Jamur Shiitake – Informasi

Jamur shiitake adalah jamur kuliner dan obat yang ditemukan di Asia Timur. Ini asli Asia Timur dan biasanya dipanen dan dimakan di Jepang dan Korea. Di beberapa daerah, ini dikonsumsi sebagai penganan, meski bukan untuk jamur. Ini biasanya terlihat digunakan dalam masakan Jepang dan sering digunakan sebagai penyedap atau pengawet untuk makanan dan minuman tertentu.

Jamur Shiitake - Informasi ditemukan tumbuh di kulit

Jamur shiitake, juga disebut jamur shiroshimo (kata yang berarti manis, harum dan harum), adalah jamur yang biasa ditemukan tumbuh di kulit pohon. Jamur memiliki bau manis yang khas tetapi bisa sangat bervariasi tergantung di mana jamur itu tumbuh dan cara panennya. Jamur shiitake juga disebut jamur liar di Jepang. Jamur juga dikenal dengan nama berbeda di daerah lain di dunia. Beberapa jamur tumbuh di Amerika Utara dan Eropa. Namun, mereka umumnya digunakan untuk jamur mereka dan bukan untuk memakannya.

Jamur shiitake sangat populer dalam masakan Cina dan Jepang. Secara tradisional, jamur shiitake dimakan mentah. Dalam masakan Jepang, jamur digunakan untuk menambah rasa, serta pengawet beraroma, terkadang digunakan sebagai bahan pengikat. Jamur dimakan mentah atau digunakan dalam berbagai resep.

Jamur shiitake mengandung berbagai nutrisi dan mineral. Mereka sangat kaya kalium dan magnesium, dan sering digunakan dalam pengolahan sup. Mereka juga digunakan dalam sushi Jepang dan juga digunakan dalam beberapa masakan Timur untuk menambah warna dan rasa. Mereka juga digunakan dalam masakan di Jepang sebagai pengganti biji wijen.

Khasiat pengobatan jamur shiitake dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno. Jamur telah dikenal dapat mengobati kanker. Orang Jepang mulai menggunakan jamur untuk tujuan ini pada abad pertama M. Orang Jepang menggunakan jamur untuk sup mereka dan untuk keperluan lain sebagai agen penyedap rasa. Mereka juga digunakan dalam pengobatan Tiongkok untuk mengobati radang sendi dan batu ginjal.

Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan dengan jamur shiitake. Banyak orang senang menambahkannya ke salad, daging, atau membuat makanan dari jamurnya sendiri. Cara populer lainnya adalah dengan membekukan jamur dan menggunakannya nanti. Beberapa orang membekukannya lalu menggilingnya menjadi bubuk.

Anda bisa memasak jamur sendiri, atau membeli jamur kering beku. Jamur harus dikupas sebelum dibekukan. Mereka juga bisa dikeringkan beku. Ini lebih mudah daripada menggunakan jamur segar karena jamur kering beku sudah dalam keadaan cair. Cara sederhana adalah dengan memasukkan jamur ke dalam kantong kedap udara dan membungkusnya dengan bungkus plastik. Simpan jamur di lemari es dan setelah mencair, cukup lepas bungkus plastiknya, masukkan jamur ke dalam mangkuk berisi air, dan jamur akan mengempis.

Jamur shiitake tersedia di berbagai supermarket dan toko online di seluruh negeri. Biasanya dapat ditemukan di toko grosir Asia, tetapi Anda juga dapat menemukannya di toko khusus, serta beberapa toko obat. Toko-toko ini mungkin dapat menemukannya di toko khusus dan pasar makanan khusus.

Jamur shiitake dapat dibekukan dan langsung digunakan. Mereka juga bisa dibekukan dan digunakan dalam sejumlah resep untuk menambah rasa dan ketebalan. Anda juga bisa menambahkan jamur ini ke masakan daging, seperti risotto. Untuk menyiapkan risotto, Anda perlu mengeringkan jamur dan mengirisnya sebelum menambahkannya.

Jamur shiitake juga bisa digunakan dalam saus, sup, dan semur. Jika disiapkan dengan benar, Anda dapat menggunakannya di hampir semua resep. Banyak resep meminta agar jamur dimasak sepenuhnya mentah. Tapi kebanyakan resep akan meminta menumis jamur. Anda bisa menumis jamur dengan minyak zaitun dan kemudian menambahkannya ke hidangan Anda, dan jamur akan mempertahankan rasanya tanpa kehilangan nilai gizinya.

Anda dapat menemukan banyak resep jamur Shiitake di Internet. Kebanyakan resep menggunakan jamur segar dan membiarkan bagian yang direndam, tetapi ada beberapa resep yang mengharuskan jamur direndam. Jika Anda akan merendam jamur, biarkan setidaknya beberapa hari di dalam cairan perendaman agar jamur tidak kehilangan rasanya. Jika direndam dalam air selama lebih dari satu hari, Anda akan kehilangan sebagian rasa jamur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *